news

2023-11-04

What are hydro-biodegradable plastics made of?

Plastik adalah bahan serbaguna yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, salah satu dampak negatif yang sering dikaitkan dengan penggunaan plastik adalah masalah lingkungan. Plastik konvensional terbuat dari bahan bertahan lama yang sulit terurai, seperti polietilen (PE), polipropilen (PP), dan polivinil klorida (PVC). Oleh karena itu, banyak upaya dilakukan untuk mencari solusi yang lebih ramah lingkungan, salah satunya adalah menggunakan plastik hidro-biodegradable.

Plastik hidro-biodegradable adalah jenis plastik yang dapat terurai secara alami dan ramah lingkungan dalam kondisi lingkungan tertentu, seperti di dalam tanah atau dalam air. Biasanya, plastik ini terdiri dari campuran bahan-bahan yang dapat terurai, seperti polietilen okso-biodegradable (PE-OBD) atau polietilen okso-fragmentable (PE-OF). Bahan-bahan ini dirancang untuk mengalami degradasi dengan bantuan panas, oksigen, atau sinar ultraviolet (UV).

Salah satu bahan yang umum digunakan dalam pembuatan plastik hidro-biodegradable adalah poliester. Poliester adalah bahan polimer yang diperoleh melalui reaksi antara asam organik dengan alkohol. Dalam kasus plastik hidro-biodegradable, poliester umumnya terbuat dari asam polilaktat (PLA) atau asam polihidroksialkanoat (PHA). Kedua jenis poliester ini lebih mudah terurai daripada polietilen konvensional dan memberikan sifat hidro-biodegradable yang diinginkan.

Asam polilaktat (PLA) adalah tipe poliester yang banyak digunakan dalam industri plastik hidro-biodegradable. PLA merupakan hasil polimerisasi asam laktat yang diperoleh dari gula nabati, seperti jagung atau ubi kayu. PLA menjadi populer sebagai alternatif plastik karena sifatnya yang ramah lingkungan dan kemampuannya untuk terurai dengan cepat dalam kondisi kompos industri. PLA juga dapat menggantikan polimer polistirena (PS) dalam pembuatan kantong belanja, wadah makanan, dan produk-produk plastik lainnya.

Selain PLA, asam polihidroksialkanoat (PHA) juga diperoleh melalui reaksi polimerisasi dari asam hidroksialkanoat. PHA dapat dibuat dengan menggunakan berbagai jenis molekul pendukung, seperti gula nabati, minyak sayur, tanah liat, atau mikroorganisme tertentu. Kelebihan PHA adalah daya terdegradasinya yang lebih tinggi dibandingkan dengan polimer lainnya. Plastik PHA dapat terurai dalam waktu yang relatif singkat saat terkena sinar UV, panas, atau mikroorganisme tertentu dalam kondisi yang sesuai.

Seiring dengan perkembangan teknologi, beberapa penelitian juga telah dilakukan untuk mengembangkan jenis plastik hidro-biodegradable lainnya. Misalnya, polimer poli (butilen adipat tereftalat) (PBAT) dapat ditemukan dalam produk-produk seperti kantong belanja, perabot plastik, atau bungkus makanan. PBAT terbuat dari campuran asam adipat, asam tereftalat, dan glikol butilen, yang membuatnya ramah lingkungan dan mudah terurai.

Kendati plastik hidro-biodegradable menjanjikan dalam mengurangi dampak negatif penggunaan plastik terhadap lingkungan, masih ada beberapa kekhawatiran yang perlu diatasi. Salah satunya adalah efisiensi degradasi plastik di alam. Proses degradasi membutuhkan waktu dan kondisi yang sesuai, seperti kelembapan, suhu, dan keberadaan mikroorganisme yang memecah bahan plastik tersebut. Jika tidak ada kondisi yang tepat, plastik hidro-biodegradable bisa bertahan dalam lingkungan yang lama seperti plastik konvensional.

Secara keseluruhan, plastik hidro-biodegradable merupakan alternatif yang menjanjikan dalam upaya mengurangi limbah plastik yang sulit terurai. Dengan menggunakan bahan-bahan terbarukan seperti PLA, PHA, atau PBAT, plastik ini dapat secara efektif terurai secara alami dalam kondisi lingkungan tertentu. Namun, terus dilakukannya penelitian dan pengembangan teknologi yang lebih baik untuk meningkatkan efisiensi degradasi dan mengurangi dampak negatif dari penggunaan plastik hidro-biodegradable.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *