news

2023-11-05

What are the raw materials of biodegradable plastics?

Bahan baku yang digunakan untuk membuat plastik biodegradable, atau dikenal juga sebagai plastik yang mudah terurai, berbeda dengan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan plastik konvensional. Plastik biodegradable dirancang untuk dapat terurai secara alami tanpa meninggalkan jejak yang berbahaya bagi lingkungan. Bahan baku utamanya meliputi sumber-sumber alam yang dapat diperbarui dan terbarukan.

Plastik biodegradable dapat terbuat dari berbagai jenis bahan baku, termasuk polimer alami dan sintetis. Beberapa yang paling umum digunakan adalah sebagai berikut:

1. Pati jagung (corn starch): Pati jagung adalah salah satu bahan baku yang paling umum digunakan dalam produksi plastik biodegradable. Pati jagung adalah karbohidrat kompleks yang terdapat dalam biji jagung. Proses produksi melibatkan isolasi pati dari biji jagung dan kemudian pengobatan dengan bahan kimia tertentu untuk menghasilkan polimer yang dapat digunakan dalam produksi plastik.

2. Pati kentang (potato starch): Selain pati jagung, pati kentang juga sering digunakan sebagai bahan baku dalam produksi plastik biodegradable. Seperti pati jagung, pati kentang juga mengalami proses isolasi dan pengobatan untuk menghasilkan polimer yang cocok untuk pembuatan plastik. Pati kentang juga bisa digunakan sebagai alternatif untuk menghasilkan plastik transparan.

3. Biji bijan (sesame seeds): Biji bijan mengandung lignin, selulosa, dan pati yang merupakan bahan baku yang dapat digunakan dalam produksi plastik biodegradable. Lignin adalah senyawa tanaman yang memberikan kekuatan pada dinding sel. Dalam proses produksi plastik, biji bijan dihancurkan dan bahan kimia tertentu ditambahkan untuk mengubah biji bijan menjadi polimer yang dapat digunakan sebagai bahan baku.

4. Minyak kedelai (soybean oil): Minyak kedelai dapat diubah menjadi polimer yang digunakan dalam produksi plastik biodegradable. Prosesnya melibatkan reaksi kimia untuk mengubah asam lemak dalam minyak kedelai menjadi polimer yang kuat dan mudah terurai.

5. Polihidroksialkanoat (PHA): PHA merupakan keluarga polimer yang dapat terurai secara alami. PHA diproduksi oleh mikroorganisme melalui fermentasi bakteri yang menggunakan sumber karbon tertentu. Bahan bahan ini termasuk dalam keluarga biopolimer, yang berarti mereka memiliki kemampuan untuk terurai secara alami dan dapat diperbarui.

6. Polilaktat (PLA): PLA merupakan polimer yang dibuat dari asam laktat yang dihasilkan melalui fermentasi karbohidrat, seperti jagung atau gula-tebu. PLA adalah salah satu bahan baku paling umum yang digunakan dalam produksi plastik biodegradable. Plastik PLA dapat terurai secara alami melalui proses komposting, meskipun waktu degradasi dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan.

Dalam banyak kasus, plastik biodegradable juga dicampur dengan bahan baku tambahan untuk memperbaiki sifat-sifat fisik dan kimianya, seperti kekuatan, kekerasan, atau ketahanan panas. Bahan baku tambahan ini sering kali diperoleh dari sumber alami, seperti minyak jarak, pati ubi jalar, dan lignin.

Pemanfaatan bahan baku alami dan terbarukan dalam produksi plastik biodegradable adalah langkah penting dalam mengurangi dampak negatif yang diakibatkan oleh plastik konvensional terhadap lingkungan. Dengan menggantikan plastik konvensional dengan plastik biodegradable, harapannya adalah dapat mengurangi penumpukan sampah plastik yang sulit terurai dan mengurangi pencemaran lingkungan.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *