news

2023-11-07

Which type of plastic is biodegradable?

Untuk memahami jenis plastik yang dapat terdegradasi secara biologis atau biodegradable, penting untuk melihat secara lebih rinci tentang bahan dan prosesnya.

Plastik merupakan material yang telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari kita. Tapi masalah utama dengan penggunaan plastik adalah bahwa sebagian besar jenisnya tidak dapat terdegradasi dengan cepat oleh organisme pengurai alami di lingkungan. Ini berarti bahwa plastik akan tetap ada dalam jangka waktu yang lama, menyebabkan polusi lingkungan yang signifikan.

Namun, ada jenis plastik tertentu yang diklasifikasikan sebagai "biodegradable" atau dapat terdegradasi secara biologis. Ini berarti bahwa jenis plastik ini dapat terurai oleh mikroorganisme, seperti bakteri atau jamur, menjadi komponen yang lebih sederhana dalam waktu tertentu.

Dalam hal ini, terdapat dua jenis plastik biodegradable utama yang harus ditinjau: bioplastik dan oksobioplastik.

Bioplastik, juga dikenal sebagai "bioplastik", terbuat dari bahan-bahan alami seperti pati jagung, pati kentang, pati rumput laut, dan bahan lainnya yang dapat terurai secara biologis. Ini berarti bahwa bahan baku utama penghasil bioplastik adalah organik dan dapat ditemukan kembali dalam alam. Bioplastik dapat terurai melalui proses biodegradasi, yang berarti dapat diurai oleh mikroorganisme alami. Jenis bioplastik ini biasanya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan waktu terurai yang lebih cepat, seperti kemasan makanan sekali pakai atau bahan baku yang dapat digunakan untuk produk kompos. Meskipun bioplastik dianggap lebih ramah lingkungan daripada plastik konvensional, proses produksinya masih memerlukan energi, air, dan bahan kimia, sehingga tidak sepenuhnya bebas dampak lingkungan.

Sementara itu, oksobioplastik adalah jenis plastik yang mengandung bahan tambahan oksidatif. Bahan tambahan ini, seperti pro-oksidan atau katalis oksida logam, digunakan untuk menghancurkan rantai molekul polimer plastik, sehingga memungkinkan mikroorganisme untuk lebih mudah memakan dan mencerna plastik. Oksobioplastik sering kali dianggap sebagai solusi sementara dalam mengatasi masalah polusi plastik, karena mereka dapat terurai lebih cepat daripada plastik konvensional. Namun, terdapat beberapa kontroversi seputar oksobioplastik karena bisa menyebabkan fragmentasi plastik menjadi partikel-partikel kecil yang masih dapat membahayakan organisme hidup dan lingkungan, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil.

Penting untuk dicatat bahwa plastik biodegradable masih memerlukan kondisi yang tepat untuk terurai secara efisien. Misalnya, lingkungan yang kaya akan udara, air, dan mikroorganisme akan mempercepat proses biodegradasi. Apabila plastik biodegradable tidak terurai di dalam lingkungan yang sesuai, mereka masih dapat membawa masalah polusi plastik yang signifikan.

Selain itu, saat ini sedang dilakukan penelitian dan pengembangan dalam bidang plastik yang dapat terdegradasi secara biologis, seperti polimer polihidroksialkanoat (PHA). PHA adalah jenis bioplastik yang dihasilkan melalui fermentasi bakteri dengan menggunakan sumber karbon, seperti minyak sawit atau tetes tebu. PHA dapat terdegradasi dengan mudah melalui proses biologis dan juga memiliki potensi dalam aplikasi yang lebih luas, termasuk industri medis dan farmasi.

Dalam rangka mengurangi masalah polusi plastik, semakin banyak perusahaan dan organisasi yang berupaya untuk mengganti plastik konvensional dengan plastik biodegradable. Namun, penting untuk tetap berhati-hati dalam memilih produk plastik biodegradable yang sesuai dan memastikan bahwa mereka diolah dengan benar untuk memaksimalkan potensi biodegradasinya.

Dalam kesimpulan, jenis plastik yang dapat terdegradasi secara biologis atau biodegradable dapat ditemukan dalam bentuk bioplastik dan oksobioplastik. Bioplastik terbuat dari bahan-bahan organik yang dapat ditemukan kembali dalam alam, sedangkan oksobioplastik mengandung bahan tambahan oksidatif yang mempercepat proses biodegradasi. Meskipun plastik biodegradable dianggap lebih ramah lingkungan daripada plastik konvensional, mereka masih memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai untuk terurai secara efisien. Selain itu, penelitian dan pengembangan terus dilakukan untuk mengembangkan jenis plastik yang lebih efektif dan ramah lingkungan dalam mengatasi masalah polusi plastik.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *