news

2023-11-08

Why not to use biodegradable garbage bags?

Menggunakan kantong sampah yang terbuat dari bahan biodegradable mungkin terdengar seperti solusi yang ramah lingkungan. Namun, sebenarnya ada beberapa alasan mengapa tidak menggunakan kantong sampah biodegradable. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa memilih untuk tidak menggunakan kantong sampah biodegradable bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Pertama-tama, penting untuk memahami apa arti sebenarnya dari "biodegradable". Biodegradable berarti bahwa bahan tersebut dapat terurai secara alami di lingkungan dengan bantuan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Namun, penguraian ini memerlukan kondisi ideal seperti suhu yang tepat, kelembaban, dan paparan sinar matahari. Jika kondisinya tidak terpenuhi, penguraian tersebut akan berlangsung sangat lambat atau bahkan tidak akan terjadi sama sekali. Sebagai contoh, jika sebuah kantong sampah biodegradable terkubur di dalam lapisan sampah yang padat di tempat pembuangan akhir, di mana kondisi lingkungan tidak ideal, kantong sampah akan tetap menjadi sampah yang ada selama bertahun-tahun.

Selain itu, kantong sampah biodegradable juga memiliki kelemahan dalam hal kekuatan dan daya tahan. Untuk membuat kantong sampah biodegradable terurai dengan cepat, bahan yang digunakan haruslah sangat tipis dan rapuh. Hal ini berarti kantong tersebut seringkali tidak cukup kuat untuk menahan berat sampah yang ada di dalamnya. Jika kita menggunakan kantong sampah biodegradable, ada risiko kantong tersebut dapat pecah dan menyebabkan tumpahnya sampah di dalam rumah atau di jalan. Selain itu, jika kantong tersebut tidak pecah, kemungkinan besar kita akan menggunakan lebih banyak kantong sampah karena kelemahannya. Hal ini berarti kita akan berkontribusi pada lebih banyak limbah plastik yang terbuang.

Selain itu, tidak semua fasilitas pengelolaan sampah memproses kantong sampah biodegradable dengan benar. Beberapa fasilitas pemrosesan sampah tidak memiliki teknologi yang tepat untuk menguraikan bahan biodegradable. Sebagai hasilnya, kantong sampah tersebut akan dianggap sebagai kontaminan dan ditempatkan di tempat pembuangan akhir bersama dengan sampah lainnya. Hal ini mengurangi manfaat keberlanjutan dari penggunaan kantong sampah biodegradable dan berpotensi menciptakan masalah dengan pengelolaan sampah.

Selain itu, biodegradable tidak sama dengan ramah lingkungan. Meskipun bahan biodegradable tidak akan bertahan selamanya di lingkungan, hal itu tidak berarti bahwa mereka tidak memiliki dampak negatif. Seperti bahan plastik lainnya, produksi kantong sampah biodegradable masih membutuhkan energi dan sumber daya. Proses produksinya juga bisa menghasilkan polusi dan emisi gas rumah kaca. Jadi, meskipun kantong sampah biodegradable dapat terurai di lingkungan secara alami, penggunaan mereka masih berdampak negatif pada ekosistem dan keseimbangan lingkungan.

Sebagai alternatif untuk kantong sampah biodegradable, kita dapat mempertimbangkan penggunaan kantong sampah yang terbuat dari bahan daur ulang. Kantong-kantong ini seringkali terbuat dari plastik bekas atau bahan alami yang lebih tahan lama dan kuat. Meskipun mereka tidak terurai secara alami di lingkungan, penggunaannya dapat membantu mengurangi penggunaan bahan baru dan mengurangi jumlah limbah plastik yang dihasilkan.

Secara keseluruhan, meskipun kantong sampah biodegradable terdengar seperti solusi yang ramah lingkungan, faktanya mereka memiliki beberapa kelemahan. Kekuatan dan daya tahannya yang rendah, kurangnya fasilitas pemrosesan yang memadai, dan dampak negatif pada lingkungan selama produksinya harus dipertimbangkan. Dengan menggunakan kantong sampah yang terbuat dari bahan daur ulang, kita dapat mengambil langkah-langkah yang lebih konkrit untuk mengurangi limbah plastik dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih berkelanjutan.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *