news

2023-11-08

and non-biodegradable materials - Woollen clothes- Polythene

Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi setiap hari kita menggunakan banyak bahan non-biodegradable dalam kehidupan sehari-hari kita. Satu di antara bahan non-biodegradable yang sering digunakan adalah pakaian wol.

Pakaian wol adalah salah satu jenis pakaian yang populer di kalangan masyarakat. Warna, kehangatan, dan kelembutan wol menarik bagi banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa pakaian wol adalah bahan non-biodegradable?

Wol adalah serat alami yang dihasilkan dari bulu hewan seperti domba, kambing, dan rusa. Walaupun serat wol berasal dari sumber alami, pakaian yang terbuat dari wol tidaklah dapat terurai dengan mudah di alam. Proses pembuatan pakaian wol sama sekali tidak ramah lingkungan. Pada umumnya, domba dan hewan lainnya dikebiri secara kimiawi untuk mencegah pertumbuhan bulu. Keberadaan bahan kimia dalam proses ini dapat mencemari air dan tanah di sekitarnya.

Selain itu, pewarnaan dan pengolahan wol menggunakan bahan kimia yang kuat. Bahan kimia ini mencemari air limbah yang dihasilkan oleh pabrik tekstil. Air limbah ini kemudian dibuang ke sungai, menyebabkan pencemaran air.

Begitu pula, saat mencuci pakaian wol di rumah, beberapa serat wol akan melepaskan mikroplastik yang mengotori air limbah rumah tangga. Mikroplastik ini menjadi ancaman serius bagi kehidupan hewan air seperti ikan dan krustasea.

Pakaian wol yang tidak lagi digunakan oleh konsumen seringkali dianggap sebagai barang bekas dan dibuang. Dalam kondisi tertentu, pakaian-pakaian ini bisa dimanfaatkan kembali dengan cara seperti itu. Tetapi, sebagian besar hanya menjadi sampah.

Ketika dibuang ke tempat pembuangan akhir, pakaian wol tidak akan terurai dengan cepat. Itu karena butiran wol sangat kuat secara alami sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membusuk di tanah. Ini dapat menyebabkan penumpukan sampah dan polusi lingkungan.

Selain pakaian wol, bahan non-biodegradable lainnya yang sering kita gunakan adalah polietilen. Polietilen adalah jenis plastik yang sering digunakan untuk membuat tas plastik, botol minuman, dan berbagai macam kemasan.

Polietilen adalah non-biodegradable karena ia terbuat dari senyawa karbon yang tidak akan terurai di dalam waktu yang wajar. Ini berarti bahwa setiap polietilen yang kita gunakan akan tetap ada di alam selama ratusan bahkan ribuan tahun.

Masalah utama dengan polietilen adalah sampah plastik. Tas plastik dan botol plastik yang dibuang sembarangan akan memperburuk masalah polusi plastik. Mereka dapat mencegah air dan nutrisi untuk mencapai tanah, dan dapat menyumbat saluran air.

Polietilen juga dapat mencemari lingkungan dengan cara lain. Suhu tinggi saat pembakaran polietilen akan menghasilkan gas beracun, termasuk di antaranya dioksin dan asap berbahaya. Gas ini dapat merusak kualitas udara dan berkontribusi pada masalah pemanasan global.

Namun, terdapat solusi yang dapat diambil untuk mengurangi penggunaan dan dampak pakaian wol dan polietilen. Salah satunya adalah dengan mendaur ulang dan mengurangi penggunaan produk-produk tersebut. Mendukung industri fesyen berkelanjutan dan menggunakan alternatif serat ramah lingkungan dapat membantu mengurangi konsumsi pakaian wol.

Pada gilirannya, pemakaian tas kain atau kantung belanja dapat mengurangi pemakaian tas plastik. Masyarakat juga harus dilibatkan secara aktif dalam mendaur ulang dan membuang sampah dengan benar.

Secara keseluruhan, pakaian wol dan polietilen adalah contoh bahan non-biodegradable yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan bahan-bahan ini dapat menyebabkan dampak negatif pada lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk beralih ke pilihan-pilihan ramah lingkungan dan adopsi kebiasaan yang lebih berkelanjutan. Setiap tindakan kecil yang kita lakukan untuk mengurangi penggunaan dan dampak bahan non-biodegradable akan memiliki dampak positif dalam jangka panjang.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *