news

2023-11-13

how long does plastic take to decompose

Plastik telah menjadi bagian tak terhindarkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari kemasan makanan, botol air, hingga barang-barang rumah tangga, plastik digunakan secara luas di seluruh dunia. Namun, sifat tahan lama dan sulit terurai dari plastik menghadirkan masalah lingkungan yang serius. Salah satu pertanyaan umum yang sering diajukan adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh plastik untuk terurai secara alami? Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi proses dekomposisi plastik dan faktor-faktor yang memengaruhi waktu yang dibutuhkan.

Secara umum, plastik diklasifikasikan menjadi dua kategori utama: plastik terurai (bio-plastik) dan plastik tidak terurai (petro-plastik). Plastik terurai terbuat dari bahan-bahan alami seperti pati jagung atau alga, yang memungkinkan mereka terurai dengan lebih cepat. Plastik tidak terurai, di sisi lain, terbuat dari bahan kimia sintetis seperti polietilena (PE), polipropilena (PP), polivinil klorida (PVC), atau polistirena (PS), yang membuat mereka lebih sulit terurai.

Plastik terurai secara alami membutuhkan waktu yang bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti jenis plastik, kondisi lingkungan, dan paparan terhadap sinar matahari. Plastik terurai seperti PLA (asam polilaktat), misalnya, dapat terurai dalam waktu 6 bulan hingga 2 tahun jika ditempatkan di kondisi kompos atau lingkungan yang cocok. Namun, plastik terurai sering kali hanya terurai dengan benar di pabrik daur ulang dengan suhu dan kelembaban yang terkontrol secara ketat.

Plastik tidak terurai, di sisi lain, memiliki waktu dekomposisi yang jauh lebih lama. Plastik PET (Polyethylene terephthalate), yang umum digunakan dalam botol air minum, dapat membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Plastik HDPE (High-Density Polyethylene) yang sering digunakan dalam kemasan makanan membutuhkan waktu sekitar 400 hingga 500 tahun untuk terurai sepenuhnya. Plastik PS (Polystyrene) yang digunakan dalam styrofoam bahkan membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terurai.

Faktor lingkungan juga memainkan peran penting dalam proses dekomposisi plastik. Plastik yang terperangkap di dalam tanah atau tenggelam di dalam air mungkin tidak akan terurai dengan cepat karena kurangnya paparan sinar matahari dan oksigen. Namun, plastik yang terbuang begitu saja di darat atau terombang-ambing di laut memiliki akses lebih banyak ke sinar matahari, oksigen, dan bakteri pengurai, yang mempercepat proses dekomposisi.

Penting juga untuk menyadari bahwa dalam proses dekomposisi, plastik bisa memecah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil, yang dikenal sebagai mikroplastik. Mikroplastik adalah plastik yang berukuran kurang dari 5 mm dan dapat terakumulasi di laut, tanah, dan udara. Mikroplastik memiliki dampak yang serius pada kehidupan laut seperti ikan, burung laut, dan hewan lainnya yang bisa salah menganggapnya sebagai makanan.

Pencegahan limbah plastik menjadi prioritas utama dalam mengatasi masalah ini. Upaya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengembangkan alternatif yang ramah lingkungan, dan meningkatkan daur ulang adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi jumlah plastik yang berakhir di lahan pembuangan sampah atau laut.

Dalam kesimpulan, waktu dekomposisi plastik sangat bervariasi tergantung pada jenis plastik dan kondisi lingkungan. Plastik terurai dapat membutuhkan waktu 6 bulan hingga 2 tahun, sedangkan plastik tidak terurai seperti PET atau PS bisa membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun. Dampak yang ditimbulkan oleh plastik yang tidak terurai, termasuk mikroplastik, menyoroti pentingnya pengelolaan limbah plastik yang berkelanjutan. Sebagai individu, kita dapat berkontribusi dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan limbah yang bijaksana.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *